Proses Kreatifitas











Saya mulai menulis sejak kelas 3 SMP, sekitar sembilan tahun yang lalu. Waktu itu saya belajar menulis cerpen, dibimbing oleh seorang guru di sekolah yang juga adalah teman saya. Orang itu bernama Yusuf Gigan (bisa dicari di facebook). Saya pun giat menulis di lembar-lembar buku (waktu itu saya belum punya komputer), dan melahirkan beberapa cerpen. Tentunya tidak semua cerpen itu enak dibaca, namanya juga belajar. Namun, ada sebuah cerpen yang kami buat bersama yang berjudul Cerita Tentang Aku, Sekolah, dan Teman yang diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen di UPI, Bandung, dan alhamdulillah menjadi pemenang alias juara pertama. Sejak saat itu, saya semakin giat menulis.

Memasuki SMA, saya lebih sering menulis puisi. Kebanyakan puisi saya berkisar tentang cinta dan momen-momen puitik. Maklum saat itu saya memang sedang merasakan jatuh cinta kepada seorang teman di sekolah. Hahaha.Saya bahkan sempat membuat heboh dengan mengirimkan banyak puisi ke mading sekolah yang kemudian diposting selama seminggu, dan puisi-puisi itu kebanyakan adalah untuk orang yang sedang saya sukai itu. Hahaha. Beberapa puisi saya pernah dimuat di Majalah Sastra Horison di kolom pelajar. Pernah juga saya memenangkan sayembara menulis puisi islami yang diselenggarakan DKC. Setelah itu, saya tidak pernah lagi memenangkan lomba atau sayembara, atau merasakan karya-karya saya dimuat di media massa. ^^

Di kelas 3, menghadapi Ujian Nasional, saya berhenti dulu menulis. Baru sekitar dua tahun yang lalu saya mulai lagi dengan menulis puisi-puisi pendek. Lagi-lagi saat itu saya sedang jatuh cinta. Hahaha. Karena lama tidak menulis, saya kesulitan menemukan kembali gaya yang waktu itu saya miliki. Saya pun mulai membaca-baca lagi karya-karya yang pernah saya buat semasa SMA dan berusaha mengadaptasinya ke dalam puisi-puisi baru. Tidak mudah, tentu saja. Tapi saya terus berusaha. Akhirnya saya berhasil menemukan sebuah warna yang baru pada puisi-puisi yang saya buat. Anda bisa melihatnya di blog saya yang lain, yaitu http://4rdysama.wordpress.com. Saya terus berusaha mengembangkan tulisan saya dengan membaca puisi-puisi pemenang lomba-lomba, maupun puisi-puisi teman-teman di facebook, dan saya pun kini merasa nyaman menulis puisi-puisi yang prosais, mengalir, dan indah. Anda bisa menikmatinya di blog ini.

Begitulah proses kreatifitas yang saya alami. Menulis memang bukan pekerjaan yang mudah. Perlu proses, waktu, kesabaran, dan ketekunan. Bagi Anda yang ingin menjadi penulis, mulailah dengan banyak membaca karya-karya orang lain. Usahakan membaca karya dari berbagai penulis untuk memperkaya pengetahuan warna atau gaya penulisan Anda. Setelah itu, mulai menulis dan terus menulis. Jangan mudah putus asa meskipun mendapat kritikan ataupun kecaman dari orang-orang. Yakinlah bahwa Anda sedang dalam proses menuju kematangan. Namun jangan juga menjadi angkuh dengan menganggap bahwa karya Anda adalah yang terbaik sementara karya-karya orang lain tidak lebih baik. Menerima kritik kadang memang menyakitkan. Tapi, akan lebih baik menjadikannya sebagai pemicu untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi. Selamat mencoba!

^^v